Tentang Aku, Aku dan Aku. Agar kalian tau, semoga kalian mengerti atas pengetahuanmu tentang Aku.
Aku, Sebenar-benarnya manusia yang tak pernah bisa melawan sifat-sifat kelemahanku, aku seorang yang sungguh sangat pemalu, tidak pernah percaya diri, sungkan menampakkan diri dalam keramaian, menghamba pada kesepian-kesepian yang memang sangat menenangkan dan menyenangkan bagiku, bukan untuk meratap, hanya untuk berpikir, sendiri. Aku, manusia yang tak pernah bisa menghindar dari pedih, perih, menjadikannya ajaran-ajaran hitam kehidupan, menjadikannya sebuah cahaya hitam kelam diantara semua yang memutih palsu. Aku, jikapun kalian bertemu denganku, aku akan lebih pendiam daripada ini, aku, manusia yang terkadang tak banyak bicara dan ketika satu kata terucap, satu hati mungkin dapat terluka, aku bahkan tak mengerti bagaimana cara mengendalikan kata-kata yang seakan keluar begitu saja.
Jikapun aku berdebat atau mendebatmu di dunia maya ini, itu wujud dari otak yang penuh ini. Saat aku bercanda, tertawa bersama kalian, mengertilah, itu pelampiasanku untuk bersosialisasi tanpa harus menunjukkan diriku. Aku mengerti ini sebuah kesalahn, benar-benar salah, namun saat aku bertemu dengan kalian satu saat nanti, aku yakin perubahan akan terasa padaku untuk mu. Aku memang manusia aneh, terkadang mereka yang tak terbiasa denganku, menjadikan sebuah kata "Sok Misterius" sebagai pendeskripsian untukku. Wahai kawan, mengertilah, aku tak memilih diantara kalian, kalian adalah manusia-manusia yang datang sebagai tamu, jika kalian tau, kalian adalah tamu yang akan kubiarkan mengacak-acak ruang tamuku, bahkan kamarku, agar aku dapat merasakan kehadiran kalian dalam rumah sepiku itu. Sahabat, mengertilah, kalian adalah warna-warniku diantara hitam dinding-dinding ruang tamuku, kalian bisa saja menorehkan cat dengan warna-warna kesukaan kalian, dan jangan pernah terkejut saat kalian kembali bertamu, ruangan itu kembali menghitam pekat seperti saat kalian datang.
Dari keterpurukan-keterpurukan itu, aku mencari sebuah ke-agresif-an jiwa-jiwa bergelora, aku pendiam, aku pemberontak keramaian-keramaian tak terarah, aku menjadikan semua duniaku untukku. Aku, dalam kesepianku, dalam kesendirianku, merasa dekat dengan diriku. Aku mengerti akan dunia-dunia kalian yang akan berbeda setiap kalian, aku menghormati segalanya atasmu, mereka dan aku.