Siapa lagi yang akan memikirkan saya?(Bodoh lagi)

Berpikir g ya? Seandainya ane yang nyuekin??? Hahaha... Paling juga g bakalan ngaruh ini... Apalah, sesukanya...

Dalam keadaan ini ane bener-bener males dah berbicara dengan rasio realistis, fiksipun males, intinya males ngomong, ngiritlah buat besok lagi, mungkin pas keadaan ane udah baikan, baikan dari apa ya? Ane sendiri bingung, ya... Kebingungan karena kebingungan oranglain, tidak bisa menentukan sikap, nonkosistent dengan statement yang udah dibuat sendiri. G bisa yakin sama prasaan sendiri, aaaaaaaaaaaaaaaaaaa..... Intinya emang merasa Bodoh ane.... Mungkin logika untuk tidak dan iya jadi hilang entah kemana, so, ngomong juga asal jeplak aja ane, kalau tersinggung dan menyakitkan hati, mohon untuk dimaklumin... Bukannya emosi, cuma sedikit hilang perbendaharaan kata atau kalimat, toh kalimat-kalimat ane g ada artinya sama sekali selama ini...
Share:

Logika Aritmatika

Apa hubungannya dab? Tidak ada sama sekali, karena ini blog gila, ya terserah yang nulis, kan gitu... :nohope:

Bingung mau nulis apa, memang lagi sedikit gila akut, jadi ya, apalah sesukaku...

Cerita aja dah...

Kemarin itu ada seorang temen yang mengakui (menetapkan lebih tepatnya) Pria Tampan permanen ini (penulis) sebagai kakaknya biasa dikatakan kakak angkatlah... Yah sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan meski beda spesies, seneng juga diakui sebagai kakak, toh bisa dimanpaatkan ini si Adik Angkat (Dijadiin bahan ejekan... Wakakak...) buat ngehibur diri kalau lagi boring g ada kerjaan, yah itung2 menghabiskan waktu luang dengan kegiatan bermanfaat seperti membahas asal usulnya yang sungguh, sungguh sangat membuatku tertawa g habis2... GunKid, tu kan mengerikan? Hahaha... Tapi ngakunya orang kota sih... Ckck... Langsung hilang napsu makan ane kalau denger itu dari dia... :hammer:
Share:

Kian

Rasa ini tak lagi seperti kemarin, kasih. Kali ini lebih tanpa ada pengurangan, ya, mungkin memang berubah, tapi jika kau mengerti, rasa ini berbeda, jika dikatakan sayang, ini lebih, tapi jika dikatakan cinta, aku tak mengerti apa itu cinta. Menyayangmu, tak lebih indah jika kulihat-Nya menyapaku, tapi kutahu pasti, Dia memberikan keindahan padaku melalui dirimu. Jika kau adalah anugrah-Nya untukku, mengertilah, tak seharusnya kita mengeluh atas apa yang kita terima daripada-Nya.

Lama kelamaan, aku tetap akan beranjak tua, ya, selayaknya kita sebagai manusia, pun kau, tak akan luput dari usia, kasih, dalam keadaan itu, kita akan mengerti kehidupan bukan hanya apa yang ada didepan mata kita tapi apa yang ada dibelakang yang sudah kita tempuh, seberapa besar kita mampu bertahan, seberapa sabar kita menjalaninya, seberapa pintar kita menggunakan apa yang ada dibelakang kita untuk apa yang ada didepan mata kita.
Share:

Merasa Bodoh

Ah, ada-ada aja ye manusia? Jujur ane benci saat-saat seperti ini, pinter banget ye orang bikin orang laen merasa bersalah dan anehnye, orang itu suka banget dan menikmati apa yang mereka capai itu, pencapaian kepuasan batin yang sedikit busuk. Ujung-ujungnya, orang yang merasa bersalah ini merasa bodoh, tailah pokoknya mah....

Ane kira segala sesuatu gak perlu ada test, kualitas dan kuantitas itu apa penting dalam segala aspek untuk diketahui dengan gamblang? Yang ada malah jadi freak berat tuh otak. Efek sampingnya sih cuma nyakitin orang dan sedikit bikin illfeel, dan sepertinya bakalan bikin oranglain jengah, jengah sama pengkotak-kotakan dengan mengambil kesimpulan secara subjektif, sepihak dan otoriter yang parah.
Share:

Tanyamu

Kenapa harus dirimu?

Kasih, percayalah, akupun tak tau, aku memilihmu hanya karena aku mencintaimu, itu saja. Maaf jika ini menyusahkanmu, seharusnya memang sudah terpikirkan olehku ini akan membuatmu sangat aneh, maaf jika aku memasukkanmu dalam lingkaran-lingkaran teoritisku, aku ingin mewujudkannya menjadi sebuah realitas-realitas satu saat nanti, tapi jika ini mengganggumu, maafkan aku untuk itu.

Jika kamu tau, dirimu selalu menjadi semangat hidupku, semangat untuk menjalani apa yang ku benci, memohon dan meminta untuk mampu menghela nafas ini lagi bersamamu, tapi jika hal itupun mengganggumu, maafkan aku untuk itu. Seharusnya aku tau ini akan sulit bagimu, tapi, ah, aku sudah benar-benar tau, tapi tetap saja aku memaksamu untuk menjalani semua ini, kebahagiaanku saat ucapan "Ya" keluar dengan keyakinanmu atasku, untuk seterusnya aku sangat merasa berbahagia atas segala yang kamu berikan. Kasih, ini bukan rayuan yang lebih sering kamu bilang gombal, tapi ini lebih pada isi naluri untuk mengatakan ini semua kepadamu.

Seandainya saja ketakutanku akan hal yang pernah kukatakan padamu terjadi juga, aku ingin kamu lebih dari sekedar berpikir. Kumohonkan padamu.

Jikapun ini mengganggumu, mohon maafkan aku.
Share: