Untukmu Bunga Lilyku

Kamu tau saat ini aku benar-benar kebingungan karenamu, kemarin kamu merengkuhku erat dengan kasihmu, saat ini kamu terombang-ambing apa yang seharusnya sudah kita tau sebelum ini, kita pernah memikirkan semua ini, bukankah seperti itu? Aku sempat goyah sepertimu, lalu aku meyakinkan diriku sendiri untuk melangkah, lagi. Kali ini giliranmukah? Sedangkan kemarin kamu mempermudah pemikiranku dengan pikiranmu, tak bisakah kamu ulangi saja pemikiranmu itu untukku?

Ah... Aku hanya mampu membaca novel-novelku untuk menghilangkan ketakutanku jika kamu benar-benar kehilangan keseimbangan dan jatuh, sungguh, aku sampai bosan mengulang-ulang kembali tulisan-tulisan yang mungkin sudah tidak lagi asing ini, jika kamu tau aku memilihmu untukku, bukan berarti dirimu harus seperti ini, membuat celah yang akan menjadi jurang lama kelamaan, sadarkah kamu jika aku sangat gugup kali ini? Kita yang sebenarnya sudah terlalu jauh melangkah meski kamu anggap ini belum seberapa, tapi apakah kamu melihatku saat mencoba memutar balik keadaan yang memang sudah sangat hancur ini untukmu, untukku dan untuk kita? Sedikit tertawa aku melihat semua ini, memikirkan hal ini kali ini sangat membuatku tersenyum sendiri, sangat adil, dan sungguh sangat tidak benar.

Apa maumu? Semuanya kembali seperti dulu? Itu hal yang bodoh jika kamu masih seperti saat ini, mengacuhkan semua yang seharusnya sangat penting untuk dipikirkan, seharusnya kamu bisa melihat lebih dalam fenomena-fenomena yang kamu atau aku alami untuk menjadikannya sebuah lubang jarum yang akan menjadi pintu keluar kita dari dalam gua dalam ini, tapi apa? Kamu seakan ingin menyerah begitu saja, menjadikan ini sangat lucu, kita sedang tidak bermain-main, kita sedang tidak bercanda, bukan saatnya untuk berlari melarikan diri dari semua ini, kita sudah terlambat. Jika kamu ingin lari dari semua ini, lalu kenapa dulu kamu datang kembali kesini jika hanya untuk berlari ketakutan karena semua ini? Aku sungguh sangat heran.
Share:

0 Comments:

Post a Comment

Yang punya nama, kasih nama donk woe!!!