Tolong aku, bunuh saja aku saat ini juga, sungguh keadaan ini menyiksaku, aku seakan tak mampu menahan air mata ini, aku ingin menangis kawan, aku ingin menangis sekeras mungkin, sekeras-kerasnya, biar saja dunia tau aku menangis, biar saja semua akan mentertawakan tangisku itu, tapi aku hanya mampu meneteskan sedikit air mata tanpa bersuara saat ini, terlalu pedih kawan, sungguh teramat sangat sedih seakan hati kecilku ini tak mampu menahan semua itu, menjadikannya beku seperti kesedihan-kesedihanku yang lain dan lalu melumatnya hilang, tapi kawan, saat ini terlalu besar kepedihan ini, sungguh aku tak mampu berbicara dengan benar kali ini....
Ketika cinta membawa kami kembali dalam penyatuan hati, sebuah restu tak ada lagi, membuatku kalap dalam luka yang harus dengan terpaksa kubuat, membelah hati ini dan menyisihkannya, satu kali lagi aku benar-benar merasa sangat tak berdaya melawannya, aku salah dengan pemikiranku, membiarkan pikiran ini mempermudah jalan-jalan setapak penuh aral itu, aku tau keadaan ini Dia-lah yang membuatnya, tapi apa daya jika aku memang benar-benar masih sangat menyayanginya. Saat ini harus ada yang patah meski aku tau pasti akupun akan tumbang karena semua ini, aku ingin dia tau jika aku sungguh menyayanginya tapi jika restu itu tak mampu kuraih aku tak mampu berpikir kembali, sungguh kawan, aku sungguh masih sangat menyayanginya meski apa yang telah dia perbuat padaku, aku ikhlas menerimanya tapi tidak untuk mereka, aku tau ini tentang hidupku tapi ini pun tentang hidup orang lain, aku sungguh sangat mengerti semua ini, mereka, semuanya, tapi aku benar-benar tak mampu menghalau perasaan yang sama seperti dulu padanya.
Aku mulai memburuk kawan, aku mulai merasa mati, aku mulai merasa kehilangan dan akan sangat kehilangan, saat ini, beban ini, membunuhku.
Ketika cinta membawa kami kembali dalam penyatuan hati, sebuah restu tak ada lagi, membuatku kalap dalam luka yang harus dengan terpaksa kubuat, membelah hati ini dan menyisihkannya, satu kali lagi aku benar-benar merasa sangat tak berdaya melawannya, aku salah dengan pemikiranku, membiarkan pikiran ini mempermudah jalan-jalan setapak penuh aral itu, aku tau keadaan ini Dia-lah yang membuatnya, tapi apa daya jika aku memang benar-benar masih sangat menyayanginya. Saat ini harus ada yang patah meski aku tau pasti akupun akan tumbang karena semua ini, aku ingin dia tau jika aku sungguh menyayanginya tapi jika restu itu tak mampu kuraih aku tak mampu berpikir kembali, sungguh kawan, aku sungguh masih sangat menyayanginya meski apa yang telah dia perbuat padaku, aku ikhlas menerimanya tapi tidak untuk mereka, aku tau ini tentang hidupku tapi ini pun tentang hidup orang lain, aku sungguh sangat mengerti semua ini, mereka, semuanya, tapi aku benar-benar tak mampu menghalau perasaan yang sama seperti dulu padanya.
Aku mulai memburuk kawan, aku mulai merasa mati, aku mulai merasa kehilangan dan akan sangat kehilangan, saat ini, beban ini, membunuhku.
0 Comments:
Post a Comment
Yang punya nama, kasih nama donk woe!!!