Masih

Hari ini aku masih membutakan diriku kawan...
Seperti kemarin
Untuknya
Ya kau tau itu
Tapi kawan... Bukankah aku sudah mengatakannya berulang kali padamu...
Mungkin....
Mungkin dialah sesuatu yang kukatakan padamu tak kumengerti sedikitpun
Aku selalu saja berharap banyak...
Tapi kau tau kawan, kau tau yang tak pernah kau rasakan ini


Sudahlah...
Ada apa denganmu? tak seperti biasanya dulu, yang acuh dengan semua kepedihan-kepedihan kita
Seharusnya saat ini kita bernostalgia dengan semua candamu dulu
Bukan seperti ini, aku tau yang kulakukan ini akan menyakitiku, aku mau karena aku ingin, lupakan itu!
Hari ini saja kawan...
Karena besok kita tak lagi berkumpul ditempat ini lagi untuk waktu yang cukup lama..
Ayolah... Aku meninggalkan kewajibanku hanya untuk hari ini...
Kesenangan-kesenangan itu lagi, bukan keadaan seperti ini, yang mencemaskan apa yang kulakukan...
Ini pilihanku, dan aku sudah memikirkannya dengan pikiranku...
Meski aku tau kita tidak pernah punya pikiran yang benar dan jernih tapi....
Sudahlah.....


Rokokku sudah mulai menipis, belikan aku kawan...
Jangan bilang tak punya uang...
Jika begitu kenapa tak kita gadaikan saja motormu itu atau handphoneku seperti dulu.. haha.. Aku sering tertawa jika mengingat hal itu kawan... Karena sebuah tragedi pecahnya kaca kantor guru kita harus puasa selama beberapa minggu... Tanpa rokok, tanpa sarapan... Haha.. Masa-masa indah...
pikiran dangkal anak SMA yang marah karena dipukul satpam gara-gara ketahuan bolos dan ngerokok dibelakang sekolahan...
Gurauan ini selalu kita bicarakan, banyak kenangan kawan, yang entah mereka ingat atau tidak...


Hey... Kenapa kita tidak pergi saja dari sini? bermain di kali seperti masa kecil kita dulu? Yah tapi kita mulai beranjak menua kawan... tapi ingatkah saat kita mencoba menghibur diri dengan pasir-pasir itu? Membuat bola dari pasir, membuat jalan sebagai track, dan kita berpikir itu adalah HotWeels, jika sudah mulai bosan, kita akan mulai saling lempar tanah padat dan kita berbikir itu adalah WorldWar ke Tiga, dan sampai mata kita memerah karena terlalu lama berendam hingga kita takut untuk pulang, kita mulai memainkan kertas yang kita namakan game bola aku ingat betul itu terinfluence dari Nitendo jadul milik teman yang pelitnya setengah mati itu...
Ingat saat kita hampir mati karena sok berpetualang jauh dan masuk ke gua kecil yg belum kita kenal, dan bodohnya kita tak berpikir bahwa jalan masuk kita adalah perosotan yang licin dan lumayan tinggi untuk ukuran kita waktu itu yg mustahil kita keluar melewati jalan masuk itu... Sok hebat kita terus saja maju... Senter kecil yg kita bawapun kehabisan batere ditengah jalan, lumpur dan air setinggi leher hampir saja membuat kita menangis dan menjerit sebelum kita melihat cahaya redup yg kita tau itu adalah matahari senja di sungai yg entah bagaimana kita sampai di gua itu, saat kita keluar hari sudah hampir malam, dengan baju berlumpur dan perasaan campur aduk kau kayuh sepeda bututku itu kembali kerumahmu... Mandi dan aku pulang dalam keadaan basah kuyup, dimarahi dan dihukum satu minggu tak boleh main denganmu... Kita hanya bertemu saat sekolah, dan masih saja kita melakukan hal-hal aneh.. Bermain disawah saat istirahat sampai saatnya masuk, seragam Putih Merah kita kotor karena lumpur dan dihukum untuk tidak mengikuti pelajaran lalu kita menimba air di sumur sekolah untuk mencuci baju kita, bermain air sampai buku-buku kita basah dan tulisan-tulisan kita luntur, lagi dan lagi kita kena marah dirumah... Haha... Masa-masa bodoh yg indah kawan...


Ya aku mengalihkan pembicaraan karena aku tak mau bahas lagi keputusanku itu, sudah kuputuskan bukan? dan aku memang harus menjalaninya...


Aku ingat semua itu kawan untuk nanti masa-masa dimana kita hanya bisa terduduk di kursi rumah kita dan saling menanyakan kapan kau atau aku mati... Yang seperti biasanya "Mati" adalah kata paling lucu untuk dibahas.....
Share:

0 Comments:

Post a Comment

Yang punya nama, kasih nama donk woe!!!