Biarkan dia berlari
Menuju kehidupannya
Dalam genggamnya masih ada mahkota pujaanku
Jangan biarkan terlepas saat kau masih berlari
Jangan biarkan semua mata-mata laknat itu menelanjangimu
Bulan purnamaku
Hiraukan sampah-sampah keparat itu
Bukan untukku tapi untukmu dan penyuntingmu kelak
Meski aku tak lagi ada untukmu
Bulan Purnamaku
Pertanyakan hatimu saat Khilafmu
Pertanyakan otakmu saat bimbangmu
Ingat kembali pesan bodohku untukmu
Biarkan hanya satu
Bukan dua atau bahkan tiga
Meski bukan aku
Persetan dengan anggapan kampungan
Mereka lebih dungu daripada keledai
Bulan Purnamaku
Saat mereka datang padamu
Lihat mereka dengan sadarmu
Pejamkan matamu saat hasratmu menguasaimu
Kalahkan semua teori bedebah manusia masa kini
0 Comments:
Post a Comment
Yang punya nama, kasih nama donk woe!!!