Bagaikan menyulam kain perca, menyatukan satu dengan yang lainnya, dengan jarum dan benang, setiap sulaman, hanya akan ada satu tusukan jarum dan satu lilitan benang, kulakukan itu semua. Mengesampingkan segala sesuatunya, tapi, jika sebuah waktu berdetak labih cepat, apa daya tanpa kuasa?
Mencoba membuat selimut yang hangat, tapi waktu ternyata sudah mulai malam, dingin, dan selimutpun kembali hancur terkoyak jarak.
Sepi lagi dalam semarak.
Pedih, ya, hidup ini, terasa perih dalam manis, kembali lagi riang dalam tangis.
Menggenggam sebuah asa untuk benar-benar menancapkannya dipuncak bukit, tapi asa menghilang tanpa kait.
Mencoba membuat selimut yang hangat, tapi waktu ternyata sudah mulai malam, dingin, dan selimutpun kembali hancur terkoyak jarak.
Sepi lagi dalam semarak.
Pedih, ya, hidup ini, terasa perih dalam manis, kembali lagi riang dalam tangis.
Menggenggam sebuah asa untuk benar-benar menancapkannya dipuncak bukit, tapi asa menghilang tanpa kait.