Jalan antara Maya dan Nyata

Aku tau siapa aku, tidak perlu kesadaran tingkat tinggi untuk mengetahui hal itu, dari apa yang aku tau, itulah aku. Yang aku tau... bukanlah seperti apa yang kalian ingin tau...
@ November 16 at 7:59pm
Today is December 27

Aku bukan manusia cerdas, pandai dan sebagainya, aku bukan juga manusia berharta seperti dirimu saat ini, tapi aku benar2 yakin jika aku masih lebih punya otak untuk sedikit berpikir mana benar dan mana yang salah untuk dilakukan, tidak sepertimu yg sepertinya tidak mampu memikirkan salah benar, dan lalu menyalahkan keadaan.
@ November 17 at 3:09pm
Today is December 27

Hari ini hujan lagi... tak seperti kemarin, hujan kali ini sangat menakutkan aku, tak seperti biasanya aku yang suka dengan kegelapan dan kesunyian, kali ini ada perasaan lain saat kutatap dalam2 gelap mendung itu, sedikit rasa pedih dan begitu banyak kesedihan disana di mendung itu, di air yg jatuh itu kurasakan betap...a tersiksanya tetesan itu seperti mengaduh keras ditelingaku.
@ November 18 at 12:42pm
Today is December 27

Siang ini jalan didepan berkabut lagi, dingin yg menusuk pori2 dengan angin yg begitu lembut menjamah setiap bagian dirini dan aku berfikir.... bulan inikah yg membikin dingin....
@ November 19 at 1:24am
Today is December 27

Kepedihan hidupmu adalah topeng dari kebahagiaan yg belum terlepas dari tempatnya, suatu saat kau akan mengerti apa arti penderitaan itu jika kebhagiaan mulai membuka topeng kepedihan itu.
@ November 20 at 6:07am
Today is December 27

Apa dan siapa kita itu seharusnya tidak menjadi masalah, tapi akan menjadi suatu masalah yang sangat rumit jika sudah dihubungkan dengan keduniawian.
@ November 20 at 6:40pm
Today is December 27


Satu kisah pilu dalam sebuah anyaman kehidupan diamana satu manusia dengan nama "Aku" sebagai pemeran utama, semuanya seperti drama dengan cerita yang terlalu dramastis membuatnya terlalu memuakkan untuk diceritakan.
@ November 22 at 6:01pm
Today is December 27

Bukan saatnya untuk merangkak, saatnya kita berlari, saatnya untuk kita meraih sebuah mimpi kisah kehidupan...
@ November 25 at 2:52pm
Today is December 27

Tidak perlu menjadi manusia munafik untuk mendapatkan kebahagiaan2, meski kecil, tapi semua itu abadi.
@ November 29 at 6:15pm
Today is December 27

Diam dalam pekat embun membuatku semakin terperosok dalam pikiran-pikiranku, sayu angin menyeruak kedalam telinga terasa seperti lagu hitam kesukaanku, senyapnya kegelapan membawa aroma tanah yang membasah tertimpa hujan yang masih menyisakan titik-titik air gerimis yang terlihat indah memantulkan cahaya bulan.
@ November 29 at 9:00pm
Today is December 27

Aku akan datang saat kau terpuruk, dan maaf aku akan menghilang saat kau merasa menang.
@ December 2 at 6:55pm
Today is December 27

Memasuki alam kisi-kisi bumi dalam kerangka langit, menguak sebuah misteri kedangkalan...
@ December 4 at 12:49pm
Today is December 27

Seventh hours ago, seven way to heaven has been opened, seventh hours to come, seven way to hell call you to enter in, only seventh to seven.
@ December 4 at 5:38pm
Today is December 27

Mencoba merubah gemerlap cahaya siang menjadi sebuah cahaya malam yang temaram, membuat sebuah kedamaian yang tak akan terdapati dalam silaunya siang...
@ December 6 at 11:11pm
Today is December 27

Seorang sahabat dan atau adikku mengharapkan sebuah kesempatan lagi, mengiba, betapa tak berdayanya aku untuk membelanya, untukmu yang merasa, aku hanya ingin katakan sudahlah, kehidupan masih bisa dan harus berjalan meski tanpanya, tunjukkan padanya, suatu saat dia akan menyesal telah meninggalkanmu, masih ada aku disini, masih ada sahabat2 lain disini.
@ December 8 at 12:31pm
Today is December 27

Aku merasa berada diantara mayat - mayat hidup yang hanya mampu berdiri diantara kenangan2 masalalu tanpa mampu mengambil apa yg bisa untuk menghadapi masa depan, iya, kamu, mayat hidup itu, tidak perlu meratapi semua itu, cukup jadikan sebuah perjalanan lalu, berdiri!!! Bangkit dari kekalahanmu, Lalu berlarilah mengejar sesuatu yg sempat hilang!!!
@ December 9 at 10:40pm
Today is December 27

Busuk membusuk, diantara pahitnya pelepah kehidupan mencari setetes madu beracun untuk menghilangkan dahaga jiwa, bodoh kawan, bukan itu seharusnya yang sekarang kau lakukan!!!!
@ December 10 at 7:27pm
Today is December 27
Sekali lagi, kau merasa paling tinggi, kau lupa jika daun akan kembali pada akarnya....
@ December 11 at 12:38pm
Today is December 27

Diriku masih milikku, belum dan bukan milikmu, biarkan kehidupanku berjalan tanpa aturanmu, atur saja kehidupanmu yang lebih kacau daripada kehidupanku meski dirimu dalam keadaan lebih mudah tapi bukan berarti kehidupanmu berada tepat pada jalan yg tepat.
@ December 13 at 4:45pm
Today is December 27

Benci hanylah sebuah kata ungkapan untuk menjelaskan ketidak sukaan, dan aku tidak suka hari ini....
@ December 19 at 8:18pm
Today is December 27

Aku tidak melihat keburukanmu sebagai keburukan, hanya melihatnya sebagai kekhilafan, tapi saat ini aku sudah tak mengerti mengapa ada pemikiran konyol ini lagi, dan ini tak mengubah apapun dalam kehidupanku, jadi selamat menikmati apapun yang kamu inginkan karena aku tidak akan ada dalam cerita kehidupan itu lagi.
@ Wed at 6:13pm
Today is December 27

Ciptakan kesenangan kita sendiri meski dengan kesederhanaan, cukup untuk menghilangkan rasa penat seharian ini.
@ Thu at 4:57pm
Today is December 27

Hai.. kamu yg ada disana, mari kemarilah untuk sekedar menari dan bernyanyi atau duduk bercerita ditemani sepiala air kehidupan dan asap jika kamu suka, jangan tanyakan roti padaku, aku pun lapar.
@ Thu at 8:18pm
Today is December 27

Wangi tanah ini mengajakku kembali untuk meregang webuah pemikiran untuk memasukkan nama baru didalamnya....
@ Yesterday at 10:19pm
Today is December 27

Aku bukan malaikat, aku hanya iblis kecil yg mecoba terbang dengan sayap angsa....
@ 10 hours ago

Today is December 27
Share:

Sore itu 19 Tahun yang lalu

Sore ini, sebuah arti dari kenangan kutemui kembali, di rumah sederhana hasil jerih payah ayahku, di teras rumah dimana aku dibesarkan yang mungkin sudah lebih tujuh tahun yang lalu aku tinggalkan, sesekali masih berkunjung, sekedarnya, tak beberapa lama, sore ini berbeda.


Teras yang menghadap timur dimana matahari menampakkan sinarnya dipagi hari, aku terduduk menatap maha karya sang pencipta ditemani ibuku, bercerita tentang masa depanku, tentang apa yang ingin kulakukan, tentang apa yang ingin kuraih, kuyakinkan ibuku bahwa anaknya ini ingin sekali menjadi seseorang yang mampu membahagiakannya meski tak akan dapat mengganti semua jasa mereka berdua yang telah menjadikanku seorang aku yang sampai saat ini masih berdiri diatas bumi ini dengan tegak. Angin sore seolah mengerti suasana ini, menghembuskan pelan semilir udara senja dimana langit timur tersinari jingga matahari yang nampak begitu indah, sedikit awan - awan tipis menyelimuti biru langit timur yang sedang menjadi sebuah lukisan indah dimataku, kualihkan mataku kearah wanita terhebat yang pernah kumiliki seumur hidupku, ibuku, tatapannya kosong menatap langit senja timur mendengarkan anaknya bercerita tentang keinginan - keinginannya, sedikit membasah dengan air yang tak akan kubiarkan menetes dari sela - sela mata yang setia mengawasiku semenjak aku terlahir kedunia sampai saat ini.


Entah apa yang ibuku pikirkan, tak juga tuturnya yang mendinginkan gejolak - gejolak amarah dan egoisme mudaku mengucapkan patahan - patahan kata yang selalu membuatku tersenyum kecil dan hampir saja melelehkan genangan air dalam mata ini. Ah sudah musim rambutan ternyata, kupetik beberapa rambutan dari halaman rumah ayahku ini, aku ingat betul pohon ini sudah ada semenjak aku masih sering bermain dihalaman ini, saat aku masih takut akan hujan dan mendung yang hitam tebal berbeda dengan saat ini aku yang sangat mengagumi pekat mendung temaram dan yang akan mendatangkan hujan. Tak sengaja kuingat lagi masa itu, saat ayahku belum pulang dari tanggungjawab yang diberikan kepadanya, aku hanya bertiga dirumah itu, aku, ibu dan kakakku, disaat hitam mendung menutupi birunya langit sore seperti ini, lebih pekat dan lebih menakutkan, kakakku masih sibuk menghitung kelerengnya ditemani lampu minyak, jangan tanyakan listrik saat itu, masih belum menjangkau daerah yang kuhapal semua jalan dan tempatnya itu, kakakku yang sudah lebih mengerti akan keadaan ini menjadikannya acuh pada apa yg aku takutkan, aku terduduk dipojok rumah memandangi kakak yang sangat kubanggakan atas kesediaannya melindungi dan mangajakku kemanapun dia pergi bermain bersama teman - temannya, tangisku semakin tak tertahankan saat gemuruh suara petir menggema dilangit, kakakku yang masih sedikit lebih besar dariku menutup telinganya saat kilat terlihat seperti lampu blitz yang sering dipakai ayahku untuk mengabadikan gambar diriku, aku menutup mata seraya menangis sejadi - jadinya saat hujan lebat dan angin yang sangat tidak bersahabat itu mulai ada, dan ibuku berlari menghampiriku seakan tau apa yang akan aku lakukan disaat - saat seperti ini, direngkuhnya aku dalam pelukan penuh kasihnya sembari berkata "Ibu disini" yang sedikit menenangkan aku dari tangisku, dengan tergugup kutanyakan padanya "Ayah bagaimana ibu?" dijawabnya penuh dengan kehangatan "Ayah akan baik - baik saja", kehangatan yang mungkin tidak aku hiraukan saat itu, tapi bagiku yang saat ini adalah sebuah anugrah, ibuku terus memelukku sampai saat ayahku pulang dari kewajibannya dan saat - saat itu dipenuhi tawa kakakku yang melontarkan ejekan - ejekannya padaku yang membuat seisi rumah tertawa, ditanyakan ayahku pada ibuku apa yang telah terjadi, diceritakan ibuku pada ayahku semua apa yang terjadi dan apa yang aku lakukan bersama kakakku satu hari itu, dengan senyumnya yang menyejukkan itu ayahku mengusap kepalaku seraya mengucapkan kata yang sangat aku benci "Anak cengeng..." .


Segera saja kutepis pikiran ini yang berjalan - jalan kembali ke masa - masa kecil penuh cerita agar tak kuteteskan airmata syukur ini dihadapan ibuku sore ini yang akan membuatnya kebingungan dan bertanya - tanya apa yang terjadi yang sangat pasti aku tau ibuku juga akan menitikkan airmata yang tak kurelakan untuk terjatuh karena mengkhawatirkanku, dengan nada malas kukatakan pada ibuku untuk segera menjemput adik kesayanganku yang masih belajar mamahami ayat - ayat suci, kuantarkan sampai ke gerbang rumah seseorang dimana adikku belajar membaca ayat - ayat itu dan sekali lagi dengan rasa berat hati aku pamit untuk mengejar mimpi - mimpiku lagi.


Untukmu Ayah dan Ibuku, aku masih anakmu yang seperti dulu, hanya saja anakmu yang saat ini ingin lebih mampu menggali sebuah potensi diri untuk membuat Ayah dan Ibu bangga saat menyebutku "Itu anakku" dan terimakasih untuk semua yang aku rasakan selama ini, maafkan semua ketidak patuhan dan kelakuanku yang membuatmu sangat tidak berkenan.
Share:

Mencintai Masalalu

Melupakannya adalah suatu kesalahan, masalalu yang membuat kita menjadi saat ini bukan masa depan, dan saat ini adalah masalalu dari masa depan, mencintai masalalu tak semudah mencintai masa ini dan yang akan datang, bukan untuk berlarut-larut dalam sebuah kesedihan atau kebahagiaan masalau, bukan juga untuk tetap tinggal dalam masa itu, cintai masalalu agar kita mengerti apa yang akan kita lakukan dimasa yang akan datang, cintai masalalu untuk menjadikanmu ikhlas dalam menjalani hari ini ataupun esok.


Bukan sekedar mencintai tapi juga pahami dan pelajari, terkadang manusia dengan bodohnya mengulangi kesalahan-kesalahan fatal yang pernah dilakukannya dimasalalu, karena mereka terkadang terlalu bodoh dengan mengatakan "Tidak perlu mengungkit Masalalu" sedangkan buku tak hanya harus ditulis tapi juga dibaca, saat kita lupa, kita tidak akan menuliskannya pada lembar kosong, kita tetap akan membuka halaman lama buku itu karena memang semua pernah kita tulis disana.


Jika manusia menganggap masalalu adalah sekedar masalalu dan bukan pelajaran, manusia-manusia seperti inilah yang sangat tidak mampu mengendalikan pikirannya, dan percayalah, mereka yang menjadikan masalalu itu tiada adalah sampah-sampah yang tidak patut bercengkrama dengan debu.



Share: