Nanti, saat aku benar-benar Mati.
Aku ingin dunia memujamu
Mengelu-elukan namamu
Bukan karenaku tapi karenamu
Saat ini mereka mencacimu karena ulahmu
Memandang jijik pada setiap langkah-langkah bodohmu
Kamu, sebuah tubuh mati tanpa hati
Membiarkan semua terjamah begitu saja tanpa arti
Tak taukah? Itu bukan cinta.
Kemunafikan-kemunafikanmu yang harus kubayar dengan kesakitanku
Menghancurkan sebuah pikiran hati mati tersayat
Kebohongan-kebohonganmu, lalu kenapa aku yang harus terpuruk karena itu?
Taukah kamu aku hampir saja benar-benar membencimu?
Taukah kamu aku benar-benar hampir membunuhmu?
Taukah kamu saat ini aku benar-benar melaknat semua yang mengelilingimu?
Ya, Termasuk mereka, mereka yang kamu bilang penyelamatmu
Dan kamu tau? Semua itu palsu untukku
Hampir saja sebuah amarah membakar tubuhku
Sampai saat aku mengisak menangis timpuh memunguti serpihan-serpihan hati
Lalu menyusunnya kembali, karena aku tau itu bukan aku
Saat ini untuk Nanti, hanya itu yang mampu kuberikan padamu
Membiarkanmu menari dengan kebohongan-kebohongan basi
Melepasmu bernanyanyi dengan kemunafikan-kemunafikan itu
Tapi, masih saja kamu menemuiku dengan topeng-topeng itu
Tak mampukah kamu menguaknya? menjadikannya tiada?
Membuka topeng jahanam itu dan mengembalikan seluruh kehidupan tepat pada garis lurusnya.
Saat ini untuk Nanti
Aku ingin membuatmu mengerti jika hidup tak harus selalu memilih
Hidup tak harus selalu menang
Hidup tidaklah menyenangkn dengan kebusukan-kebusukan
Agar Nanti, mereka, dunia, memujamu atas saat ini
Meski aku tau, kamu tak akan mau mengembalikan semua yang bukan untukmu
Dan biarkan aku mati sampai saat dunia benar-benar mengelukan namamu.
Aku ingin dunia memujamu
Mengelu-elukan namamu
Bukan karenaku tapi karenamu
Saat ini mereka mencacimu karena ulahmu
Memandang jijik pada setiap langkah-langkah bodohmu
Kamu, sebuah tubuh mati tanpa hati
Membiarkan semua terjamah begitu saja tanpa arti
Tak taukah? Itu bukan cinta.
Kemunafikan-kemunafikanmu yang harus kubayar dengan kesakitanku
Menghancurkan sebuah pikiran hati mati tersayat
Kebohongan-kebohonganmu, lalu kenapa aku yang harus terpuruk karena itu?
Taukah kamu aku hampir saja benar-benar membencimu?
Taukah kamu aku benar-benar hampir membunuhmu?
Taukah kamu saat ini aku benar-benar melaknat semua yang mengelilingimu?
Ya, Termasuk mereka, mereka yang kamu bilang penyelamatmu
Dan kamu tau? Semua itu palsu untukku
Hampir saja sebuah amarah membakar tubuhku
Sampai saat aku mengisak menangis timpuh memunguti serpihan-serpihan hati
Lalu menyusunnya kembali, karena aku tau itu bukan aku
Saat ini untuk Nanti, hanya itu yang mampu kuberikan padamu
Membiarkanmu menari dengan kebohongan-kebohongan basi
Melepasmu bernanyanyi dengan kemunafikan-kemunafikan itu
Tapi, masih saja kamu menemuiku dengan topeng-topeng itu
Tak mampukah kamu menguaknya? menjadikannya tiada?
Membuka topeng jahanam itu dan mengembalikan seluruh kehidupan tepat pada garis lurusnya.
Saat ini untuk Nanti
Aku ingin membuatmu mengerti jika hidup tak harus selalu memilih
Hidup tak harus selalu menang
Hidup tidaklah menyenangkn dengan kebusukan-kebusukan
Agar Nanti, mereka, dunia, memujamu atas saat ini
Meski aku tau, kamu tak akan mau mengembalikan semua yang bukan untukmu
Dan biarkan aku mati sampai saat dunia benar-benar mengelukan namamu.
0 Comments:
Post a Comment
Yang punya nama, kasih nama donk woe!!!