Kutemukan dirimu, ya, kamu wahai kasih. saat sunyi hati menjajaki dunia yang seakan tak berpihak aku melihatmu dari tepian telaga penuh naga, menjelangmu hanya akan membunuh diriku tapi andai aku tau naga-naga itu menuntunku padamu, andai kamu tau, aku tak sekedar memilihmu, tapi sudahlah, aku ingin kau mengerti dengan sendirinya tanpa aku harus menyusun kalimat-kalimat basi. Mencintaimu membabibuta, sungguh aku melakukannya, bagaimana bisa? Aku biasanya tak seperti ini sebelum aku benar-benar berhadapan secara nyata, aku takut, aku takut akan ada sebuah cermin besar terpampang dihadapan kehiupanku untuk membawamu kedalam kehidupanku, membawamu dalam setiap akhir yang tak berawal, dimanakah harus kutempatkan dirimu? Jika dalam sebuah tempat megah, saat ini bukan kuasaku untuk itu, aku menempatkanmu dalam ruang kecil yang sesak, hati.
Aku ingin menyudahi setiap tulisan ini, tapi galau ini memaksaku untuk tetap menulis apa yang ada dalam otak yang mulai kempis ini, terperas untuk pendeskripsian tentangmu yang kata tak mampu lagi aku gunakan untuk itu.
0 Comments:
Post a Comment
Yang punya nama, kasih nama donk woe!!!