Sumpah judul diatas beneran, dan sumpah ane jadi marah. What the hell is going on with our culture? Damn... Setiap manusia memiliki pemikiran-pemikiran mereka sendiri, ini menurut kaedahnya, kenapa kita diberikan otak oleh Tuhan. Setiap kita kan berpengertian berbeda, berkeinginan berbeda, berasumsi dan beropini berbeda, berperasaan berbeda, bertubuh beda, memiliki jalan hidup yang berbeda dan sendiri-sendiri...
Hey... Yes, i'm talking about your sister, honey... Kita sudah benar-benar berpikiran, kita sudah benar-benar memiliki logika. Dan logikanya, ini hidup kita, kita juga yang akan menjalani kedepannya bukan mereka atau siapa, ya, memang mereka terlibat tapi sesuka kita ingin melibatkan mereka atau tidak, itu urusan kita. Kita memiliki hak penuh dengan hidup kita.
Apapun yang terbaik buat kita adalah apapun yang kita pilih dan pikirkan sendiri, tentunya Tuhan juga yang menentukan, haha... Dan mereka bukan Tuhan kita. Kita adalah Tuhan, karena Tuhan seharusnya memang kita tempatkan dalam lubuk hati yang terdalam, karena Dialah kita ada, bukan karena mereka, sekehendak-Nyalah kita hidup, bukan kehendak mereka, Dialah yang menulis setiap takdir dan kodrat kita, dan Tuhanpun sudi mengubah tulisan nasib dalam takdir kita, kenapa tidak dengan mereka? Tuhankah mereka?
Seperti apa yang selalu ane bilang, Hidup itu Pilihan dan Pertanggungjawaban, susah dimengertikah dinda? Kita hidup dalam pilihan kita sendiri, mereka menciptakan pilihan, tapi apa yang kita pilih bukan harus seperti apa yang mereka ingin pilihkan ke kita karena pertanggungjawaban dari pilihan kita adalah kita yang yang menjalaninya, kalaupun kita menuruti keinginan dan pilihan mereka, kita jugalah yang harus mempertanggungjawabkan konsekuensi pilihan mereka, so, kenapa juga kita harus memilih yang bukan pilihan kita tapi harus mempertanggungjawabkannya? Tuhan saja memberi kita kesempatan untuk memilih, sudah jelas sekali konsekuensi dari-Nya, dan bagaimanapun juga kitalah yang mempertanggungjawabkannya dan bahkan Dia masih peduli dengan memberi opsi lain lagi, lalu kenapa dan ada apa dengan manusia-manusia itu?
Hey dia itu terbaik buat kamu, karena ini dan itu. Tau darimana mereka tentang apa yang kita rasakan? Mereka tidak perduli dengan apa yang kita benar-benar rasakan. Mereka hanya ingin melihat kita terlihat bahagia bukan merasakan bahagia itu sendiri. Oh Tuhan.... Ada apa dengan otak yang engkau berikan padaku ini????? Ane selalu mencoba tidak berpikir skeptis dan subjektif, tapi kenapa mereka berpikir seperti itu, Tuhan? Maafkan hambamu ini membawa namamu kali ini, Tuhan.
MERDEKA!!!
0 Comments:
Post a Comment
Yang punya nama, kasih nama donk woe!!!