Minggu Maut

Kecelakaan yang melibatkan satu mobil carry dan satu motor ini menewaskan satu orang dan satu orang luka parah dan dibawa kerumah sakit, semuanya adalah pengendara motor dan penumpangnya, dua orang yang berada didalam mobil Carry mengalami luka yang belum bisa dipastikan saat berita ini tertulis dikarenakan supir dari mobil Carry dengan berlari langsung menuju ke kantor polisi terdekat (Polsek), penumpang yang satu lari entah kemana, mungkin memang menyelamatkan diri dari amukan warga sekitar.

Kejadian ini persis dimulai dari depan warnet ane, entahlah ane juga g ngerti, tau-tau ada suara ban mencengkeram aspal dengan mendadak (Rem mendadak) yang sangat memekakan telinga yang cukup lama terdengar, yang berarti mobil carry ini dalam keadaan berkecepatan tinggi, dan jarak pengeremmannya pun sangat jauh, hampir duabelas meter kalau ane lihat dari bekas ban di aspal, g diketahui juga kenapa mobil carry ini mengerem dengan mendadak, atau mungkin memang sudah melihat ada pengendara motor lalu lepas kendali karena jalan yang licin, yang pasti mobil dalam keadaan rusak parah karena menghantam rumah penduduk sekitar.


Ataukah ada hubungannya dengan perbaikan jalan oleh pemerintah daerah yang separuh-separuh, pasalnya satu sisi jalan diaspal dan sisi jalan lain belum, dan ketinggian aspal baru ini terlalu tinggi, ini membahayakan menurut ane, dan anehnya, sepertinya pengerjaan ini belum (Atau enggag) dilanjutin. Seharusnya metode perbaikan jalan ini harus dibenahi, sudah benar separuh-separuh tapi panjang pengerjaan harus dikurangi, jika sudah selesai harus segera memperbaiki sisi jalan yang lain, karena tidak ada pembatas ditengah jalan. Ini terkesan aneh untuk ane, apa duitnye dikorupsi gitu? G mikir apa ini membahayakan buat pengguna jalan dan warga sekitar jalan? Dan sistem keamanan jalan disini sangat minim, tidak ada trotoar dan pembatas jalan, dimana pengguna jalan bisa seenaknya menggunakan jalan, mau melewati marka atau tidak.

Sebenernya kejadian ini bukan yang pertama kali di jalan ini, sudah sering terjadi di jalan ini. dan 60% dari kecelakaan yang ada di jalan ini Fatal, berujung pada kematian, sudah berapa nyawa melayang di jalan ini, Jalan utama Solo-Semarang, lebar memang, lurus memang dan halus, itulah kenapa para pengguna jalan biasanya tidak memperhatikan bahaya yang ada, bukan karena lurus lalu bahaya tidak ada sama sekali, justru karena lurus dan halus ini bahaya semakin banyak, tak jarang bus malam bisa mencapai kecepatan maksimalnya, mereka (bus malam) rasa-rasanya jalan ini milik mereka saja, g sedikit juga yang tertabrak atau terserempet bus malam semacam ini, kita tau kita pengen cepet nyampe tujuan, tapi apa ya harus membahayakan nyawa orang lain dan nyawa kita sendiri?

Menilik sejarah, pada saat penjajahan, angka kematian karena kecelakaan di jalan raya itu mungkin nol koma sekian persen dari seratus persen angka kematian, karena belum banyak kendaraan dan jalan yang halus, perlu dicatat, perbaikan jalan itu bukan untuk menyediakan tempat untuk kebut-kebutan, tapi untuk kenyamanan bersama, kalau kejadiaannya seperti ini, siapa yang nyaman? Kesadaran dari otak-otak goblok manusia-manusia yang berpikir skeptis tentang bahaya dijalan raya itu harus dibenahi, kalau perlu ganti otak-otak seperti itu.
Share:

0 Comments:

Post a Comment

Yang punya nama, kasih nama donk woe!!!