Hmh... Hidup itu untuk mati, lalu kenapa harus bermuluk-muluk, g
realistis? salah, salah besar, ini lebih realistis dari realitas apapun,
manapun dan bagaimanapun. Sebagai manusia yang benar-benar biasa,
logikanya kita akan tetap mati, mati dan mati, siapapun itu, raja,
presiden, penguasa bahkan Nabi pun mati, kemanapun kalian pergi, kalian akan tetap saja mati,
udah ada yang benar-benar menjadi makhluk abadi? Vampir? Ah itu g
realistis. Pikir sejenak, jangan terlalu skeptis, objective dikit dan pake otak (hahasu..), bener g? Lalu ngapain muluk-muluk gitu? Harusnya bersyukur dengan apa yang didapet bukan merasa kurang, percuma, yang ada malah g idup sama sekali.
Pikir lagi deh, memilih yang bukan pilihan, ah ini gila, kayak boneka aja, mati sebelum waktunya namanya. Apa yang terbaik buat kita itu kita dan Tuhan yang tau, bukan mereka, kan? Lagian kehidupan yang mandiri mah bukan sekedar hidup sendiri, dapetin uang sendiri, tapi lebih ke pemikiran yang mandiri, pilih sendiri dan pertanggungjawabkan sendiri, kalau menuruti pilihan oranglain, siapa yang bakal mempertanggungjawabkeun pilihan itu? :nohope: Lalu apa tujuan hidup itu kalau kek gini? Pandangan hidup pun kabur blur pake motion blur radius 100px pake opacity 100% terus diblur lagi pake gaussian blur... :hammer:
Apapun yang kita lakukan itu untuk hidup kita, bukan mereka meski mereka siapa-siapa kita, hidup-hidup kita ini, bukan mereka ini yang menjalani, repot banget hidup kita, kasian sekali hidup kita harus tergantung dengan oranglain, ketergantungan dan jadi konsumtif sama doktrin mereka meski bertentangan ama nurani, eh mungkin juga tidak, kan juga tidak?
Yah apa mau dikata, pemikiran orang berbeda-beda, tapi kalau ngomongin realitas yang realistis, ini lebih realitis. Ah kenapa Einstein nemuin relatifitas sih??? Gini kan jadinya. sial tu orang.... =="
Pretty nice post. Aku hanya tersandung pada blog Anda dan ingin mengatakan bahwa saya telah benar-benar menikmati browsing posting blog Anda. Dalam hal apapun saya akan berlangganan feed Anda dan saya harap Anda menulis lagi segera!
ReplyDeleteHehehe... Terimakasih sebelumnya, sebenarnya blog ini sekedar untuk melampiaskan kekesalan-kekesalan saja, terimakasih sudah berkenan membaca tulisan dengan bahasa yang sebenarnya kurang pantas ini. Salam.
ReplyDelete